The Theory of the Growth of the Firm
Penulis: Edith Penrose Penerbit: Oxford University Press (terbit pertama 1959; edisi ketiga 1995) Halaman: 304
Kenapa Baca Ini
Edith Penrose menerbitkan buku ini pada 1959 dengan sebuah klaim yang membalikkan fondasi teori ekonomi: perusahaan tumbuh karena sesuatu yang hidup di dalam dirinya, didorong dari dalam oleh sumber daya produktif yang belum terpakai, pengetahuan yang terus bertambah, dan kapasitas manajemen yang selalu bergeser mundur setelah setiap putaran ekspansi. Satu kalimat dari buku ini sudah cukup merangkum pemindahan fokus yang ia tawarkan:
"Growth is a process; size is a state."
Teori ekonomi sebelum Penrose memperlakukan perusahaan sebagai titik pada kurva biaya: entitas yang bergerak menuju ukuran optimal, lalu berhenti di sana. Penrose menolak cara pandang itu. Ukuran adalah hasil sampingan dari proses pertumbuhan. Penjelasan yang sesungguhnya terletak pada proses itu sendiri, pada mekanisme yang menggerakkan perusahaan ke depan dari dalam, dari sumber daya yang sudah diwarisi dan kapasitas yang terus tumbuh.
Buku ini adalah benih dari resource-based view (RBV) of the firm, kerangka yang kemudian dikembangkan oleh Wernerfelt (1984), Barney (1991), dan Prahalad-Hamel (1990) dalam konsep core competence. Semua argumen tentang keunggulan kompetitif yang bertahan, yang berakar pada kapasitas internal dan pengetahuan yang tidak dapat direplikasi, bermula dari buku berhalaman 304 ini.
Bagi pendiri dan eksekutif yang sedang mengelola organisasi yang tumbuh, argumen Penrose memiliki implikasi yang sangat konkret. Batas laju pertumbuhan perusahaan Anda terletak pada kapasitas tim manajemen yang ada sekarang. Batas itu nyata, tetapi bersifat sementara. Setiap putaran ekspansi yang selesai dieksekusi menggeser batas itu ke depan. Arah ekspansi Anda, ke bidang baru mana pun, ditentukan oleh sumber daya produktif yang sudah Anda miliki, termasuk pengetahuan dan pengalaman kolektif yang tidak bisa dibeli dari pasar.
Perusahaan sebagai Kumpulan Sumber Daya Produktif
Penrose memulai dengan membersihkan kerancuan yang sudah lama menghantui teori ekonomi. "Perusahaan" dalam teori harga adalah alat analitis: sebuah fungsi produksi untuk menentukan output dan harga keseimbangan. Perusahaan yang Penrose pelajari adalah sesuatu yang lebih kompleks.
"Thus, a firm is more than an administrative unit; it is also a collection of productive resources the disposal of which between different uses and over time is determined by administrative decision."
Batas perusahaan, dalam kerangka ini, adalah batas koordinasi administratif yang efektif. Kepemilikan saham dan kekuatan finansial bergerak di wilayah yang lain. Di dalam batas koordinasi itulah, perusahaan merupakan entitas yang hidup dalam waktu: nama berubah, produk berubah, pemilik berganti, dan ia masih bisa disebut perusahaan yang sama selama mempertahankan "inti keras" personel operasionalnya yang membawa pengetahuan, prosedur, dan budaya sebagai substansi koordinasi.
Sumber Daya versus Layanan Produktif
Di sini Penrose membuat pembedaan yang menanggung beban terbesar dalam seluruh teorinya. Sumber daya (resources) adalah entitas fisik dan manusiawi yang dimiliki perusahaan: mesin, gedung, karyawan, bahan baku. Layanan produktif (productive services) adalah kontribusi aktual yang sumber daya itu berikan dalam proses produksi.
"Strictly speaking, it is never resources themselves that are the 'inputs' in the production process, but only the services that the resources can render. The services yielded by resources are a function of the way in which they are used — exactly the same resource when used for different purposes or in different ways and in combination with different types or amounts of other resources provides a different service or set of services."
Dua perusahaan dengan daftar aset fisik yang identik tidak akan menghasilkan layanan yang identik. Pengalaman manusia yang mengelola aset itu berbeda, cara kombinasinya berbeda, pengetahuan yang terakumulasi berbeda. Keunikan setiap perusahaan lahir dari sini. Dari pembedaan inilah seluruh argumen tentang pertumbuhan, diversifikasi, dan batas laju ekspansi mengalir.
Peluang Produktif dan Pandangan Entrepreneur
Seluruh kegiatan perusahaan diatur oleh apa yang Penrose sebut "productive opportunity": keseluruhan kemungkinan produktif yang para entrepreneurnya lihat dan mampu manfaatkan. Dua kata itu, "lihat" dan "mampu manfaatkan", sama bobotnya dalam teori ini.
"The productive activities of such a firm are governed by what we shall call its 'productive opportunity', which comprises all of the productive possibilities that its 'entrepreneurs' see and can take advantage of."
Sebuah peluang yang nyata di luar sana, tetapi tidak terlihat oleh manajemen perusahaan, dari sudut pandang pertumbuhan, sama saja dengan tidak ada. Penrose menegaskan bahwa lingkungan eksternal bekerja melalui gambaran (image) dalam pikiran entrepreneur.
"'Expectations' and not 'objective facts' are the immediate determinants of a firm's behaviour."
Dua perusahaan yang beroperasi di pasar yang sama secara objektif akan melihat lingkungan yang berbeda karena sumber daya yang mereka bawa berbeda. "Permintaan" yang relevan bagi masing-masing perusahaan berbeda, meski mereka berada di pasar yang sama. Mekanisme ini dapat dijelaskan secara sistematis melalui warisan sumber daya masing-masing.
Batas Manajerial yang Bergeser Mundur
Ini adalah jantung dari seluruh argumen Penrose, dan bagian yang paling langsung berguna bagi siapapun yang mengelola organisasi tumbuh.
Pertanyaannya: jika pasar modal tersedia, jika permintaan ada, jika semua hambatan eksternal disingkirkan, apa yang sesungguhnya membatasi seberapa cepat perusahaan bisa tumbuh dalam periode tertentu?
Jawabannya ada di dalam perusahaan, pada kapasitas tim manajemen yang sudah ada.
"An administrative group is something more than a collection of individuals; it is a collection of individuals who have had experience in working together, for only in this way can 'teamwork' be developed. Existing managerial personnel provide services that cannot be provided by personnel newly hired from outside the firm."
Tim manajemen adalah produk dari pengalaman bersama. Seorang eksekutif yang direkrut dari luar membawa keahlian teknis tetapi belum memiliki pengetahuan tentang cara perusahaan ini bekerja, tentang orang-orangnya, tentang konteks di balik setiap keputusan. Pengetahuan itu hanya bisa dibangun melalui waktu.
"the capacities of the existing managerial personnel of the firm necessarily set a limit to the expansion of that firm in any given period of time, for it is self-evident that such management cannot be hired in the market-place."
Mengapa Batas Ini Sementara
Yang membuat argumen Penrose lebih dalam dari "manajemen jadi hambatan" adalah langkah berikutnya. Batas itu bergeser mundur karena proses ekspansi itu sendiri.
"It will then be shown that this limit is by its nature temporary, that in the very process of expansion the limit recedes, and that after the completion of an optimum plan for expansion a new 'disequilibrium' has been created in which a firm has new inducements to expand further even if all external conditions have remained unchanged."
Ketika satu gelombang ekspansi selesai dieksekusi, manajer yang sebelumnya tersita untuk merencanakan dan mengawasi ekspansi itu kini bebas. Pengalaman yang mereka peroleh menghasilkan layanan produktif baru yang belum digunakan sepenuhnya. Layanan yang belum terpakai ini menjadi tekanan internal untuk ekspansi lebih lanjut dan membuka kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tidak ada. Pertumbuhan menciptakan kapasitas baru; kapasitas baru menciptakan tekanan untuk tumbuh lagi.
Pengetahuan yang Tidak Bisa Dipindahtangankan
Mengapa batas ini tidak bisa diatasi dengan merekrut manajer baru dari pasar? Penrose menjawab melalui sifat pengetahuan.
"Experience produces increased knowledge about things and contributes to 'objective' knowledge in so far as its results can be transmitted to others. But experience itself can never be transmitted; it produces a change — frequently a subtle change — in individuals and cannot be separated from them."
Pengetahuan formal bisa diajarkan dan ditransfer; pengalaman melekat pada individu yang menjalaninya. Ketika manajer meninggalkan perusahaan, pengalaman mereka ikut pergi. Ketika manajer baru datang, mereka harus membangun pengalamannya sendiri dari nol, di dalam konteks perusahaan ini, bersama orang-orang ini. Tidak ada jalan pintas yang tersedia.
Sumber Daya Warisan dan Arah Ekspansi
Sumber daya yang sudah dimiliki perusahaan menentukan ke arah mana ia akan berkembang. Arah itu berasal dari jasa produktif yang belum terpakai yang sudah ada di dalam, dari warisan pengetahuan dan kapasitas yang terakumulasi sepanjang sejarah operasi perusahaan.
"Unused productive services are, for the enterprising firm, at the same time a challenge to innovate, an incentive to expand, and a source of competitive advantage."
Tiga kondisi struktural memastikan bahwa jasa produktif yang tidak terpakai selalu ada dalam perusahaan yang beroperasi: ketakterbagian sumber daya (seorang ahli kimia dipekerjakan penuh meski keahliannya tidak diperlukan setiap jam), spesialisasi yang lebih dalam selalu menuntut skala lebih besar, dan pengetahuan terus bertumbuh secara otomatis seiring berjalannya operasi.
"The selection of the relevant product-markets is necessarily determined by the 'inherited' resources of the firm — the productive services it already has."
Konsekuensinya langsung terasa bagi praktisi: ketika sebuah perusahaan teknologi masuk ke layanan cloud, ketika perusahaan farmasi mengakuisisi perusahaan bioteknologi, pertanyaan yang paling mengungkap adalah: jasa produktif apa yang sudah ada di dalam mereka yang membuat langkah ini lebih murah bagi mereka daripada bagi siapapun di luar? Jawabannya hampir selalu ada di sumber daya teknologi atau pasar yang sudah dibangun bertahun-tahun sebelumnya.
"Whether we want to answer the question what external opportunities for expansion are relevant for a given firm, or the question what firm will respond to a given external opportunity, we must examine the productive services available within firms."
Economies of Growth versus Economies of Size
Salah satu kontribusi paling tajam Penrose adalah pembedaan dua konsep yang selama ini dicampuradukkan.
"Growth is a process; size is a state."
Economies of size adalah keuntungan yang berasal dari besarnya ukuran perusahaan itu sendiri. Economies of growth adalah keuntungan yang berasal dari proses pertumbuhan itu sendiri, yang muncul dari koleksi unik layanan produktif yang tersedia di dalam perusahaan tertentu pada saat tertentu. Kedua hal ini dapat berjalan bersama, tetapi tidak selalu.
"Economies of growth are the internal economies available to an individual firm which make expansion profitable in particular directions. They are derived from the unique collection of productive services available to it, and create for that firm a differential advantage over other firms."
Paradoks yang lahir dari pembedaan ini penting:
"The growth of firms may be consistent with the most efficient use of society's resources; the result of a past growth — the size attained at any time — may have no corresponding advantages. Each successive step in its growth may be profitable to the firm and, if otherwise under-utilized resources are used, advantageous to society. But once any expansion is completed, the original justification for the expansion may fade into insignificance as new opportunities for growth develop and are acted upon."
Setiap langkah pertumbuhan bisa efisien. Ukuran yang dihasilkan dari akumulasi langkah-langkah itu tidak dengan sendirinya membawa keunggulan efisiensi. Ukuran adalah endapan dari proses; keunggulan berasal dari kualitas proses yang melahirkannya.
Diversifikasi, Akuisisi, dan Posisi Perusahaan Kecil
Diversifikasi sebagai Ekspresi Sumber Daya
Penrose menunjukkan bahwa diversifikasi mengikuti logika yang sama dengan pertumbuhan biasa.
"The discussion of the role of diversification in the process of growth perhaps brings out more clearly than would anything else the significance of the statement made in an earlier chapter that a firm is essentially a pool of resources the utilization of which is organized in an administrative framework."
Produk-produk yang ada hari ini adalah satu cara menggunakan sumber daya yang tersedia. Ketika sumber daya berkembang dan pengetahuan bertambah, perusahaan yang cerdas akan mencari cara menggunakan sumber daya itu dengan lebih efisien, bahkan jika cara itu mengarah ke produk baru atau pasar baru. Yang bertahan dari waktu ke waktu adalah basis teknologi dan posisi pasar di bawah dan di atas produk-produk itu.
"In the long run the profitability, survival, and growth of a firm does not depend so much on the efficiency with which it is able to organize the production of even a widely diversified range of products as it does on the ability of the firm to establish one or more wide and relatively impregnable 'bases' from which it can adapt and extend its operations in an uncertain, changing, and competitive world."
Diversifikasi yang sama sekali tidak berkaitan dengan sumber daya yang ada hampir selalu berakhir dengan divestiture. Perusahaan yang melompat ke bidang tanpa keterkaitan dengan apa yang sudah mereka kuasai tidak memiliki keunggulan masuk yang nyata.
Akuisisi sebagai Jalan Cepat yang Tetap Dibatasi
Ketika perusahaan memilih tumbuh melalui akuisisi, logika sumber daya tetap berlaku. Merger mempercepat laju pertumbuhan karena mengurangi kebutuhan layanan manajerial per unit ekspansi: perusahaan yang diakuisisi sudah beroperasi, tim sudah ada, proses sudah berjalan.
"Of especial importance is the fact that a firm can also acquire an experienced management 'team' and an experienced technical and labour force."
Akuisisi tetap tidak membebaskan perusahaan dari batas manajerial. Integrasi administratif setelah akuisisi membutuhkan layanan manajerial yang sama yang menjadi sumber daya terbatas. Empire-builder yang mengorbankan koordinasi demi kecepatan ekspansi mendekati wilayah spekulasi finansial, jauh dari pembangunan organisasi industri yang solid.
Celah bagi Perusahaan Kecil
Penrose merumuskan mengapa perusahaan kecil bisa berhasil dalam ekonomi yang didominasi perusahaan besar. Karena setiap perusahaan besar memiliki batas laju pertumbuhannya, mereka tidak bisa menduduki setiap peluang yang terbuka dalam ekonomi yang tumbuh.
"I propose to call these opportunities for small firms the interstices in the economy. The productive opportunities of small firms are thus composed of those interstices left open by the large firms which the small firms see and believe they can take advantage of."
Celah itu ada karena ada batas pada laju ekspansi setiap firma, termasuk yang terbesar sekalipun. Perusahaan besar memusatkan ekspansi di bidang dengan keunggulan komparatif terbesar; peluang yang mereka lewati adalah ruang yang sungguh-sungguh terbuka. Perusahaan kecil yang menemukan dan mengisi celah ini dengan sumber daya yang tepat bisa tumbuh dan bertahan.
Poin Penting
-
Batas laju pertumbuhan terletak pada kapasitas manajerial yang ada sekarang, dan batas itu bergeser mundur setelah setiap putaran ekspansi selesai. Ini adalah mekanisme inti dari seluruh teori Penrose. Kapasitas tim manajemen yang sudah ada di dalam perusahaan menentukan seberapa cepat ekspansi bisa dieksekusi dalam periode tertentu. Pengetahuan dan pengalaman yang dibangun bersama tidak bisa dibeli secara instan di pasar tenaga kerja. Begitu satu gelombang ekspansi selesai, manajer yang tadinya tersita kini bebas dengan pengalaman baru; batas itu sudah bergeser ke depan. Penrose menyebut mekanisme ini sebagai "receding managerial limit": pertumbuhan membangun kapasitas untuk pertumbuhan berikutnya, secara otomatis.
-
Sumber daya warisan menentukan arah ekspansi. Perusahaan melihat lingkungan melalui lensa sumber daya yang sudah dimilikinya; penilaian pasar secara abstrak dan netral tidak tersedia bagi siapapun. "Permintaan" yang relevan bagi suatu perusahaan adalah permintaan yang masuk dalam jangkauan jasa produktif yang sudah ada di dalam. Dua perusahaan di pasar yang sama akan melihat peluang yang berbeda karena warisan sumber daya mereka berbeda.
-
Economies of growth berbeda dari economies of size. Keuntungan dari proses pertumbuhan lahir dari koleksi unik layanan produktif yang tersedia pada momen tertentu; ia tumbuh dari kapasitas internal pada saat ekspansi, terpisah dari ukuran yang telah tercapai. Setiap langkah ekspansi bisa efisien, sementara ukuran yang dihasilkannya tidak dengan sendirinya efisien.
-
Jasa produktif yang belum terpakai adalah tekanan dari dalam untuk berkembang. Ketakterbagian sumber daya, spesialisasi yang semakin dalam, dan pertumbuhan pengetahuan yang otomatis memastikan bahwa jasa yang tidak terpakai selalu ada dalam perusahaan yang berjalan. Sumber daya yang menganggur ini adalah benih diversifikasi dan ekspansi berikutnya.
-
Diversifikasi yang berhasil bertumpu pada satu atau beberapa basis yang relatif kokoh. Perusahaan yang masuk ke bidang baru tanpa keterkaitan dengan sumber daya yang sudah dibangun akan menghadapi pesaing yang sumber dayanya jauh lebih tepat untuk bidang itu.
-
Celah (interstices) bagi perusahaan kecil lahir dari batas laju pertumbuhan perusahaan besar. Perusahaan besar memusatkan ekspansi di bidang dengan keunggulan komparatif terbesar. Peluang yang mereka lewati adalah ruang nyata yang terbuka bagi yang lebih kecil.
-
Sejarah perusahaan adalah variabel penjelasan. Sumber daya yang diwarisi dari keputusan masa lalu menentukan peluang yang tersedia sekarang; ia tertanam di dalam cara kerja, pengetahuan kolektif, dan posisi pasar yang sudah terbangun. Teori Penrose bersifat evolusioner: pertumbuhan adalah proses kumulatif yang dibentuk oleh seluruh perjalanan sebelumnya.
Penilaian Kritis
Kekuatan
1. Argumen yang menyatu menjadi satu bangunan logis
Penrose sendiri memperingatkan pembacanya untuk tidak melompat ke bab manapun tanpa membawa serta seluruh fondasi sebelumnya. Peringatan itu adalah deskripsi akurat tentang cara buku ini bekerja. Definisi sumber daya, pembedaan resources versus productive services, mekanisme batas manajerial, peran pengetahuan, arah ekspansi yang ditentukan oleh warisan sumber daya, semuanya saling bergantung satu sama lain. Masing-masing bergantung pada yang sebelumnya, dan kesimpulan tentang diversifikasi, merger, dan konsentrasi industri hanya masuk akal jika seluruh rantai itu sudah dipahami.
2. Penjelasan yang dapat dikuantifikasi tentang batas pertumbuhan
Penrose merumuskan mekanisme batas laju pertumbuhan secara cukup eksplisit untuk diuji: rasio antara layanan manajerial yang tersedia untuk ekspansi dengan jumlah layanan yang dibutuhkan per unit ekspansi. Hubungan itu, dengan asumsi tertentu, dapat diukur dan diuji secara empiris. Buku-buku manajemen yang terbit satu abad setelah Penrose masih bergulat dengan pertanyaan yang sama: mengapa ekspansi yang terlalu cepat merusak organisasi? Penrose sudah memberikan mekanismenya.
3. Prediksi yang bertahan dalam uji waktu
Prediksi Penrose tentang laju pertumbuhan relatif firma kecil, menengah, dan sangat besar, yang dikenal sebagai Penrose curve, mendapatkan dukungan empiris dari penelitian selanjutnya. Prediksinya tentang diversifikasi yang berhasil bertumpu pada basis sumber daya yang kuat juga terbukti dalam studi kasus dari Intel, Sony era transistor, hingga Amazon yang berkembang dari buku ke cloud karena basis infrastruktur logistiknya.
4. Fondasi yang menghasilkan kerangka turunan yang kuat
Resource-based view, core competence, dynamic capabilities, semua kerangka ini berdiri di atas fondasi Penrose. Membaca Penrose langsung memberi pembaca sumber primer dari mana semua kerangka itu bermula, dan sekaligus kemampuan untuk membedakan mana bagian yang dikembangkan secara konsisten dan mana yang disederhanakan atau disalahpahami dalam literatur populer.
Keterbatasan
1. Mengasumsikan motif pertumbuhan sebagai given
Penrose mengasumsikan bahwa perusahaan memang ingin tumbuh dan bahwa pertumbuhan adalah tujuan yang dikejar. Ia tidak banyak mempersoalkan dari mana dorongan untuk tumbuh itu berasal pada tingkat pemegang saham dan direksi. Perkembangan tata kelola perusahaan sejak 1959, terutama berkaitan dengan tekanan pasar modal jangka pendek dan insentif manajerial yang sering mendorong ekspansi yang merusak nilai, membuat asumsi ini perlu diuji ulang dalam setiap konteks empiris.
2. Lingkungan eksternal diperlakukan terlalu pasif
Dalam teori Penrose, lingkungan eksternal hadir terutama sebagai "gambaran" dalam pikiran entrepreneur. Peran tekanan kompetitif eksternal, perubahan regulasi mendadak, dan guncangan teknologi yang datang dari luar industri mendapat perhatian yang terbatas. Penrose menulis di era ketika perubahan teknologi bergerak lebih lambat; aplikasinya pada industri yang menghadapi guncangan eksogen yang cepat memerlukan penyesuaian konseptual.
3. Bahasa dan struktur yang menuntut pembaca
Penrose menulis dalam bahasa ekonomi yang ketat, dengan argumen yang dibangun lapis demi lapis. Pembaca yang terbiasa dengan literatur manajemen populer akan menemukan bahwa bahasa Penrose memerlukan kecepatan baca yang jauh lebih pelan dan kesabaran untuk mengikuti argumen yang tidak pernah mengambil jalan pintas. Ini adalah buku yang menuntut, dan itu sebabnya ia masih dibaca enam puluh tahun setelah terbit.
Kesimpulan
Penrose menulis teori tentang prinsip-prinsip yang mengatur pertumbuhan: mengapa pertumbuhan terjadi, ke arah mana, dengan laju berapa, dan mengapa laju itu berubah seiring waktu. Dari prinsip-prinsip itu mengalir penjelasan tentang diversifikasi, merger, posisi perusahaan kecil, dan pola konsentrasi industri sebagai konsekuensi yang dapat diturunkan secara logis dari mekanisme yang sama.
Kekuatan terbesar teori ini terletak pada keberanian menempatkan isi perusahaan, manajemen, pengetahuan, pengalaman bersama, dan sumber daya yang diwarisi, sebagai variabel penjelasan utama. Perusahaan adalah penafsir aktif yang menyaring sinyal pasar melalui lensa sumber daya yang sudah dimilikinya.
Rating 5/5. Wajib dibaca oleh siapapun yang ingin memahami strategi dan pertumbuhan organisasi dari akarnya, sebelum membaca Wernerfelt, Barney, atau Prahalad.
Bacaan Terkait
- Competitive Advantage oleh Michael Porter (1985): pandangan dari sisi eksternal, industri dan positioning pasar sebagai sumber keunggulan, yang menjadi pasangan dialektis dari pandangan Penrose dari sisi internal.
- The Resource-Based View of the Firm oleh Birger Wernerfelt (1984): artikel jurnal yang secara eksplisit mengangkat Penrose ke dalam literatur strategi modern; titik awal resmi RBV.
- Competing for the Future oleh C.K. Prahalad dan Gary Hamel (1994): pengembangan konsep core competence yang berjalan di jalur Penrose; keunggulan kompetitif berakar pada kapasitas internal yang sulit ditiru.
- Dynamic Capabilities and Strategic Management oleh David Teece, Gary Pisano, dan Amy Shuen (1997): memperluas RBV untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana perusahaan memperbarui sumber dayanya dalam lingkungan yang berubah cepat.
- The Nature of the Firm oleh Ronald Coase (1937): fondasi komplementer yang menjawab pertanyaan tentang mengapa perusahaan ada sebagai entitas yang dikoordinasikan secara administratif, pertanyaan yang mendahului dan menopang seluruh bangunan teori Penrose.
FAQ
Apa inti dari teori Penrose dalam satu paragraf?
Perusahaan adalah kumpulan sumber daya produktif yang diorganisasikan dalam kerangka administratif. Sumber daya ini menghasilkan layanan, dan layanan yang sama bisa menghasilkan output yang berbeda tergantung cara kombinasinya. Karena layanan produktif selalu ada yang belum terpakai, ada tekanan internal yang konstan untuk berkembang. Kapasitas tim manajemen yang ada membatasi seberapa cepat ekspansi bisa dilakukan dalam periode tertentu, tetapi batas itu bergeser mundur setelah setiap putaran ekspansi selesai. Sumber daya yang diwarisi menentukan ke arah mana ekspansi itu pergi.
Apa itu "Penrose effect" atau "receding managerial limit"?
Penrose effect menggambarkan hubungan antara laju pertumbuhan dan kapasitas manajemen. Ketika perusahaan mengeksekusi ekspansi, tim manajemen yang ada tersita untuk merencanakan dan mengawasi ekspansi tersebut. Ini membatasi seberapa cepat perusahaan bisa tumbuh. Setelah ekspansi selesai, manajer itu kembali tersedia dengan pengalaman baru; batas laju pertumbuhan bergeser ke depan. Inilah yang Penrose sebut sebagai batas yang bergeser mundur: setiap gelombang ekspansi mengkondisikan perusahaan untuk gelombang berikutnya yang lebih besar.
Apa perbedaan antara economies of growth dan economies of size?
Economies of size adalah keuntungan efisiensi yang berasal dari besarnya skala produksi. Economies of growth adalah keuntungan yang berasal dari proses pertumbuhan itu sendiri: keuntungan dari koleksi unik layanan produktif yang tersedia dalam perusahaan tertentu pada saat tertentu. Sederhananya: sebuah perusahaan bisa memanfaatkan economies of growth tanpa harus lebih besar dari pesaingnya; keuntungannya berasal dari cara unik sumber dayanya dikombinasikan, dari kualitas proses pertumbuhan itu sendiri.
Mengapa buku ini dianggap sebagai benih dari resource-based view?
Birger Wernerfelt (1984) dan Jay Barney (1991) secara eksplisit merujuk Penrose sebagai fondasi ketika membangun resource-based view. Penrose sudah merumuskan argumen bahwa keunggulan kompetitif berasal dari sumber daya dan kapasitas internal yang bersifat heterogen di antara firma dan tidak mudah dipindahtangankan. Dua properti itu, heterogenitas dan immobilitas sumber daya, menjadi titik awal formal RBV.
Apakah teori ini relevan untuk startup dan perusahaan kecil?
Relevan secara langsung, dari dua arah. Pertama, argumen tentang batas manajerial sangat aktual bagi startup yang tumbuh cepat: ekspansi yang melampaui kapasitas manajemen yang ada menghasilkan organisasi yang retak. Kedua, argumen tentang interstices memberikan cara berpikir yang jernih tentang mengapa perusahaan kecil bisa hidup berdampingan dengan pemain besar: celah yang ditinggalkan pemain besar karena batas laju pertumbuhannya adalah ruang nyata yang bisa diisi.
Apakah ada kritik serius terhadap teori Penrose?
Ada tiga kritik yang paling sering disebut. Pertama, teori ini mengasumsikan motif pertumbuhan sebagai given tanpa mempersoalkan dari mana dorongan itu berasal pada level pemegang saham. Kedua, lingkungan eksternal diperlakukan sebagai gambaran dalam pikiran entrepreneur, sehingga guncangan teknologi eksogen yang cepat sulit diintegrasikan. Ketiga, teori ini bersifat deskriptif-preskriptif: ia menjelaskan mengapa pertumbuhan terjadi dan ke arah mana, tetapi panduan operasional tentang bagaimana mengeksekusi ekspansi secara konkret harus dicari di tempat lain. Penrose sendiri mengakui bahwa teorinya adalah fondasi yang perlu dikembangkan.
Edisi mana yang sebaiknya dibaca?
Edisi ketiga (1995, Oxford University Press) adalah pilihan terbaik. Penrose menambahkan kata pengantar baru yang merangkum posisinya setelah 36 tahun dan merespons perkembangan literatur strategi yang sudah mengangkat karyanya. Kata pengantar itu singkat tetapi cukup untuk memberi konteks tentang apa yang ia pertahankan dan apa yang menurutnya perlu dikembangkan lebih lanjut.
Bagaimana cara terbaik membaca buku ini?
Urutan bab tidak bisa dilewati. Penrose sendiri memperingatkan bahwa setiap pembaca yang melompat ke bab tentang diversifikasi atau merger tanpa membaca fondasi akan menemukan diskusi yang tidak meyakinkan dan mungkin tidak masuk akal. Mulai dari Bab I, bangun definisi dan pembedaan konseptual secara urut, dan baru masuk ke bagian aplikasi (diversifikasi, akuisisi, konsentrasi industri) setelah fondasi mekanistiknya kokoh.
